Posted in

Libatkan Masyarakat Adat Empat Kampung, Kajati Papua Dorong Pertanian untuk Menekan Inflasi dan Meningkatkan Kesejahteraan

Keerom, Papua – Selasa, 21 Juli 2026 – Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Dr. Jefferdian, S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja ke lahan pertanian di Arso 1, Kabupaten Keerom, sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui pemberdayaan masyarakat adat.

Kedatangan Kajati Papua disambut hangat oleh sekitar 200 petani yang berasal dari empat kampung di Kabupaten Keerom. Raut wajah penuh semangat dan kebahagiaan para petani menggambarkan besarnya harapan masyarakat terhadap pengembangan sektor pertanian yang melibatkan mereka secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Jefferdian, S.H., M.H. bersama para petani melakukan penanaman cabai dan jagung di atas lahan seluas 15 hektare. Kedua komoditas tersebut dipilih karena memiliki nilai strategis dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.

Kajati Papua menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung pengendalian inflasi dari sisi produksi. Menurutnya, ketika masyarakat mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri, pasokan akan semakin terjaga sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Pertanian bukan hanya berbicara tentang hasil panen, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga ketersediaan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan bersama-sama mengendalikan inflasi. Jika masyarakat adat diberdayakan dan mampu meningkatkan produksi, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujar Dr. Jefferdian, S.H., M.H.

Ia berharap kolaborasi antara Kejaksaan Tinggi Papua dengan masyarakat adat di empat kampung ini dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain, baik di Kabupaten Keerom maupun di wilayah Papua dan daerah lainnya di Indonesia.

Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Sejumlah petani mengaku sangat terbantu karena pemerintah bersama Kejaksaan Tinggi Papua memberikan dukungan berupa benih dan pupuk, sementara masyarakat menyediakan lahan dan tenaga untuk mengelola pertanian hingga masa panen.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kajati Papua. Kami hanya menyiapkan lahan, sedangkan benih dan pupuk sudah disediakan. Ini sangat membantu masyarakat dan memberi semangat kepada kami untuk terus bertani demi meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap salah seorang petani.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ondoafi pemilik hak ulayat lahan, Bapak Serfo Bate, perangkat kampung, serta Bhabinkamtibmas Polres Keerom, Batias Yikwa.

Dalam dialog bersama Kajati Papua, Ondoafi Serfo Bate menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat adat dari empat kampung merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami melihat kegiatan ini bukan sekadar penanaman cabai dan jagung, tetapi merupakan bentuk pembinaan kepada masyarakat adat agar mampu memanfaatkan lahan yang dimiliki menjadi sumber penghasilan. Jika produksi meningkat, masyarakat akan semakin sejahtera dan kebutuhan pangan di daerah juga akan lebih terjamin,” ujar Serfo Bate.

Kolaborasi Kejaksaan Tinggi Papua bersama masyarakat adat ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas harga komoditas strategis, menekan laju inflasi, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua melalui pemanfaatan potensi pertanian lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *