Jayapura — Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, yang juga merupakan tokoh adat Tabi sekaligus Ondofolo besar Heram Kampung Waena, menyampaikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Hosea Yeimo yang mengklaim wilayah Waena, khususnya Perumnas Tiga, sebagai wilayah kekuasaan KNPB.
Dalam pernyataannya, Max Ohee menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Ia menilai, sebagai anak adat, Hosea Yeimo seharusnya memahami bahwa wilayah Heram bukanlah tanah kosong, melainkan tanah adat milik masyarakat Waena dan Tabi yang memiliki hak dan aturan adat yang jelas.
“Seluruh wilayah Heram yang saat ini menjadi Distrik Heram dan membawahi tiga kelurahan adalah wilayah sah dalam pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Max Ohee.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sembarangan mengklaim wilayah adat maupun memprovokasi masyarakat dengan pernyataan yang dapat memicu keresahan. Menurutnya, kawasan Perumnas Tiga selama ini dikenal sebagai kawasan pendidikan yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Papua.
Max Ohee menjelaskan bahwa masyarakat adat Waena, khususnya Keondofolon Waena, telah berkontribusi besar dengan menyerahkan sebagian tanah adat untuk pembangunan Universitas Cenderawasih (Uncen). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mencerdaskan generasi muda Papua agar mampu membangun daerahnya masing-masing.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Papua merupakan bagian sah dari NKRI. Ia merujuk pada sejarah penyerahan Irian Barat dari Belanda kepada Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1963, serta pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang diakui secara internasional.
Menurutnya, isu-isu terkait Papua merdeka berpotensi membingungkan generasi muda dan dapat menghambat mereka dalam menempuh pendidikan karena terpengaruh oleh harapan yang tidak realistis.
“Kesejahteraan harus diperjuangkan melalui kerja keras, bukan sekadar angan-angan,” ujarnya.
Sebagai Ondofolo besar di Heram, Max Ohee menegaskan bahwa dirinya memiliki otoritas adat atas wilayah tersebut. Ia meminta semua pihak untuk saling menghormati wilayah adat masing-masing, sebagaimana masyarakat adat Tabi juga menghormati wilayah adat di daerah lain, termasuk wilayah pegunungan.
Di akhir pernyataannya, Max Ohee meminta Hosea Yeimo untuk tidak asal bicara terkait Perumnas Tiga sebagai wilayah kekuasaan KNPB atau TPN-OPM. Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut berada di bawah administrasi Pemerintah Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Heram.
Dirinya juga meminta Aparat Keamanan untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang masih bertentangan dengan Pemerintah, mereka harus ditindak, dan juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, agar tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Papua.

