JAYAPURA — Tokoh agama Papua yang juga menjabat sebagai Ketua PGGP Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Mauri, S.Th., menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangkaian aksi kekerasan dan pembunuhan yang menimpa tiga orang Aparatur sipil negara ( ASN) dan seorang sopir Lajuran wamena – mbua di Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan
Pdt. M.P.A. Mauri menilai aksi kekerasan yang menewaskan tiga aparat sipil negara’ ( ASN) di Muliama, serta insiden penembakan terhadap pengemudi kendaraan di jalur Wamena – mbua Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan merupakan tindakan yang sangat menyayat hati dan tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun.
“Dari pihak keagamaan, kami sangat menyesal kenapa hal ini bisa terjadi. Padahal kita semua adalah sesama manusia yang memiliki hak sama untuk hidup, belajar, dan bekerja. Mereka yang menjadi korban adalah teman-teman kita yang datang dari berbagai daerah untuk membantu masyarakat Papua di wilayah pedalaman,” ujar Pdt. M.P.A. Mauri.
Ia menekankan bahwa seluruh masyarakat di Tanah Papua—baik warga asli Papua dari wilayah pesisir, kepulauan, hingga pedalaman, maupun warga pendatang—merupakan satu kesatuan bangsa Indonesia yang sama-sama mencari penghidupan di atas tanah karunia Tuhan.
Atas dasar itu, Pdt. Mauri mengimbau kelompok-kelompok yang masih berseberangan ideologi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar segera menghentikan aksi pembunuhan dan mengedepankan jalur komunikasi yang bermartabat.
“Marilah saudara-saudara yang masih berseberangan pikiran dengan NKRI untuk datang dan menyampaikan hal-hal yang ingin dibicarakan secara baik, sopan, dan teratur. Negara Indonesia terbuka untuk berdialog bersama pemerintah, TNI-Polri, serta seluruh elemen bangsa demi menyatukan pemahaman dan menjaga kedamaian di Tanah Papua,” pungkasnya.

