JAYAPURA – Menjelang 1 Juli 2026, Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura, Nius Jigwa, mengimbau seluruh masyarakat Papua, khususnya warga Lapago di Kabupaten Jayapura dan wilayah lainnya, untuk terus menjaga persatuan, ketertiban, dan kedamaian sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis.
Dalam keterangannya, Nius Jigwa mengatakan bahwa Papua merupakan tanah yang diwariskan dengan nilai-nilai adat, kebersamaan, dan saling menghormati. Oleh sebab itu, setiap masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga suasana yang kondusif agar kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Sebagai anak-anak Papua, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga tanah ini tetap aman dan damai. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita kehilangan nilai persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Ia menilai bahwa tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan seluruh komponen masyarakat memiliki peran strategis dalam mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog, kebijaksanaan, dan penyelesaian persoalan secara damai.
Menurutnya, memasuki berbagai momentum pada awal Juli, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun ajakan-ajakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Nius Jigwa juga mengingatkan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dilaksanakan dengan tetap menghormati hukum, menjaga ketertiban umum, dan menghargai hak masyarakat lain untuk beraktivitas dengan aman.
“Kedamaian adalah modal utama untuk membangun Papua. Jika keamanan tetap terjaga, maka masyarakat dapat bekerja, anak-anak dapat belajar dengan tenang, dan pembangunan akan terus berjalan demi kesejahteraan bersama,” katanya.
Ia turut mengajak pemerintah daerah, aparat terkait, serta seluruh tokoh adat di wilayah Tabi, Lapago, Meepago, Saireri, Bomberai, dan Anim Ha untuk terus memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan menjaga kebersamaan dalam menciptakan Papua yang aman dan damai.
Di akhir himbauannya, Nius Jigwa mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat persaudaraan sebagai fondasi utama dalam menjaga Papua.
“Mari kita wariskan kepada anak cucu kita Papua yang aman, damai, dan penuh kasih. Bersama-sama kita jaga persatuan, saling menghormati, dan terus membangun tanah yang kita cintai ini demi masa depan yang lebih baik. Tuhan memberkati seluruh masyarakat Papua. Shalom.”

